Jumat, 13 Maret 2020

Video Pria Maling Uang 45 Ribu dari Gerobak Nenek Tua Viral, Padahal Mbah Hawati Cuma Untung Rp 200

Mbah Hawati cuma bisa mengikhlaskan uang Rp 45 ribu hasil jualan gorengannya yang dicuri maling.

Video Pria Maling Uang 45 Ribu dari Gerobak Nenek Tua Viral, Padahal Mbah Hawati Cuma Untung Rp 200

Awalnya, sebuah video menunjukkan seorang pria santai mengambil uang Rp 45.000 dari gerobak gorengan milik Mbah Hawati (65) viral di media sosial.

Padahal, sekali berdagang, Mbah Hawati hanya mengambil untung Rp 200 perak per item.

Peristiwa tersebut terjadi di depan Masjid Haqul Yakin di kawasan Dinoyo, Surabaya pada Selasa (10/3/2020).
Saat Mbah Hawati shalat Dhuhur di masjid, seorang pria berkaus biru bercelana panjang gelap terekam menghampiri gerobak yang terparkir di halaman masjid.

Nenek atau Mbah Hawati, korban pencurian di masjid Dinoyo Surabaya.(Surya Malang)
Nenek atau Mbah Hawati, korban pencurian di masjid Dinoyo Surabaya.(Surya Malang) ()
Pria tersebut terlihat mengambil uang Rp 50.00 di gerobak sederhana itu.
Semenjak kejadian tersebut, Mbah Hawati memilih tak berdagang.

"Capek saya. Kalau kemalingannya sudah saya ikhlaskan," ucap Mbah Hawati di rumahnya pada Kamis (12/3/2020), dilansir dari suryamalang.com.

Saat tahu uangnya hilang, Mbah Hawati berterus terang kepada peyuplai barang dagangannya karena tak bisa membayar barang. Oleh penyuplai, Mbah Hawati diminta tak perlu mengganti barang yang telah dijual.

"Saya gak dibolehin ganti. Mereka ikhlas saya pun juga ikhlas," jelas Mbah Hawati.

Untung Rp 200 per item

Ilustrasi uang
Lihat Foto
Ilustrasi uang(shutterstock)
Sehari-hari Mbah Hawati berdagang gorengan, kerupuk, sate usus, dan buah-buahan dengan gerobaknya,

Dari dagangannya, Mbah Hawati hanya mengambi keuntungan Rp 200 per item.

Nenek asal Madura itu bercerita ia ke Surabaya bersama suaminya setelah menikah. Namun ia mengaku lupa tahun pertama kali datang di Surabaya.
"Tahun berapanya saya lupa. Pokoknya pas itu awal nikah sama suami, saya langsung dibawa ke Surabaya," kata Mbah Hawati.

Saat pertama kali datang, Mbah Hawati berjualan dawet dengan cara menyunggi daganganya di atas kepala.

"Itu saya jualan es dawet," ucap Mbah Hawati.

Sang suami tercinta meninggal pada tahun 2005. Lima tahun kemudian, Mbah Hawati berdagang menggunakan gerobak agar dapat berkeliling kampung lebih jauh.

"Ya Alhamdulillah muternya saya bisa lebih jauh sekarang," jelas Mbah Hawati. (Kompas.com/*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Video Maling Curi Rp 45.000 di Gerobak Gorengan, Mbah Hawati Mengaku Ikhlas

Editor: Salma Fenty Irlanda

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 komentar:

Posting Komentar