Setelah viral kisah pilu suami meninggal saat jasad istri dimandikan, muncul oknum yang memanfaatkan nasib miris keenam anak mereka.

Seperti diketahui, suami di Balikpapan, Kalimantan Timur bernama Yaya Hardani (33) meninggal dunia saat jasad istrinya, Siti Haryati (27) sedang dimandikan.
Nasib 6 anak-anak mereka yang ditinggalkan viral di Facebook (FB) karena masih kecil dan sudah menjadi yatim piatu.
Nasib miris keenam bocah yang kini harus hidup yatim piatu itu mengundang simpati dari beberapa donatur hingga Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan.
Dan hal ini ternyata dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan.
Modusnya dengan membuka rekening di bank kemudian meminta kepada donatur yang ingin membantu bisa melalui rekening milik oknum tersebut.
Seperti dilansir dari Tribun Kaltim dalam artikel 'Berkedok Bantu 6 Bocah Yatim Piatu di Balikpapan, Oknum Buka Rekening Untuk Tampung Donasi Warga'.
Apalagi banyak warga sipil maupun pejabat pemerintah yang berdatangan ke kediaman Wa Ode dan Mustafa.
Baik memberikan uluran tangan maupun sekadar menyambangi keadaan 6 bocah tersebut.
"Alhamdulillah masyarakat sendiri secara spontanitas datang memberikan bantuanya. Bisa dilihat sangat luar biasa ya bantuan yang datang untuk anak-anak ini," ujar Lurah Sepinggan Raya Arifuddin, Jumat (28/2/20)
Sejak hari pertama dan hari kedua viralnya kisah keenam bocah yatim piatu ini, banyak oknum yang memanfaatkan momen ini dengan memberikan informasi di media sosial.
Bahwa jika ada masyarakat yang ingin memberikan bantuannya kepada keenam bocah yatim piatu ini, dapat memberikan bantuannya melalui nomor rekening yang diberikan oleh oknum tak bertanggung jawab tersebut.
"Jadi di hari pertama dan hari kedua itu di media sosial sangat banyak yang beredar terkait, ketika ada yang bersimpati ingin membantu silahkan donasi ke rekening ini (rekening oknum tak bertanggung jawab).
Tapi setelah 2 hari ini kita buka, Alhamdulillah sudah ndak ada lagi," terangnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat jika ada yang ingin mendonasikan bantuannya yang berupa uang, bisa langsung datang ke kediaman Wa Ode dan Mustafa.
"Ndak ada yang masuk ke rekening manapun, jadi kalau ada warga yang mau mendonasikan bantuannya bisa langsung datang ke sini (kediaman Wa Ode dan Mustafa)," imbaunya.
Diberitakan sebelumnya, publik baru-baru ini dihebohkan dengan kabar pilu seorang suami yang mendadak meninggal dunia saat jenazah istrinya sedang dimandikan.
Menurut penuturan dari kerabat pasutri tersebut, keduanya meninggal dunia karena hipertensi alias tekanan darah tinggi.
Sementara itu, keenam anak mereka kini harus hidup yatim piatu dan dalam kondisi memprihatinkan.
Adalah Siti Haryati, seorang istri yang meninggal karena hipertensi seperti dilansir dari Tribun Kaltim dalam artikel 'Kedua Orangtua Meninggal,Warga Balikpapan Berbondong-bondong Bantu 6 Bocah Yatim Piatu'.
Sebelumnya, diketahui Siti Haryati warga Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan baru saja melahirkan anak keenamnya.
Ia menghembuskan nafas terakhir ketika anak bungsunya baru berusia satu bulan pada Minggu (23/2/2020).
Sejumlah masyarakat hingga kepolisian berbondong-bondong mendatangi rumah duka yang terletak di RT 20, kelurahan Sepinggan Raya Kecamatan Balikpapan Selatan.
Sejumlah masyarakat hingga kepolisian berbondong-bondong mendatangi rumah duka yang terletak di RT 20, kelurahan Sepinggan Raya Kecamatan Balikpapan Selatan. (TribunKaltim.CO/Zainul)
Sementara itu, ibu Siti Haryati, Wa Ode Rusdiana (52) menceritakan kronologi bagaimana anaknya dan suaminya meninggal dunia.
Setelah melahirkan anak keenamnya, Siti Haryati rupanya kerap kali mengalami ketidakstabilan tensi darah.
Hal itulah menjadi awal mula penyakit Siti Haryanti hingga akhirnya merenggang nyawa pada Minggu sekira pukul 10:00 Wita.
"Sebelumnya anak saya itu kan tensinya naik waktu periksa di puskesmas mulai dari situ sudah tidak normal. Anak saya itu meninggalnya hari Minggu kemarin," katanya sambil mengusap air matanya.
Ibu almarhumah terus menitikkan air matanya ketika menjawab sejumlah pertanyaan awak media.
Ia lantas melanjutkan jika menantunya juga mengalami hal yang sama, yakni hipertensi di hari wafatnya sang istri.
Suami Siti sempat dilarikan ke rumah sakit, namun sayang nyawanya dinyatakan tewas di perjalanan.
Padahal saat itu, jenazah istrinya masih dimandikan di rumah duka.
"Tidak lama kemudian setelah anak saya meninggal itu, suaminya juga langsung naik tensi dan dilarikan ke rumah sakit
dan tidak lama langsung muncul kabar kalau dia sudah meninggal juga sementara anak saya ini masih dimandikan di rumah," ungkapnya diiringi tangis yang pecah.
Sejumlah masyarakat hingga kepolisian berbondong-bondong mendatangi rumah duka yang terletak di RT 20, kelurahan Sepinggan Raya Kecamatan Balikpapan Selatan. (Faceboo Yuni Rusmini)
Sementara itu, tampak parah warga yang berdatangan memberi santunan tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.
Sejumlah warga memberikan santunan berupa uang maupun dalam bentuk sembaku.
Setelah menyaksikan keenam bocah tersebut yang masih belia anak pertama baru berusia sekitar 10 tahun sementara anak terakhir masih balita dan baru berusia 1 bulan 7 hari.
"Kita datang memberikan dukungan, juga memberikan sedikit santunan. Karena siapa sih yang tidak terharu melihat kondisi seperti ini," ungkap Arda, salah satu warga.
Ke enam bocah tersebut saat ini dirawat oleh kakek dan neneknya pasca kedua orang tuanya meninggal dunia pada Minggu (23/2/2020) siang.
Sementara itu, kisah ini juga sempat viral di Facebook setelah dibagikan oleh akun Yuni Rusmini.
Dalam postingannya Yuni Rusmini menyematkan foto enam pocah yatim piatu yang tampak masih kecil.
Dinsos Balikpapan siap fasilitasi
Melansir dari Kompas.com dalam artikel 'Dinsos Balikpapan Bakal Urus 6 Bocah Yatim Piatu yang Ditinggal Meninggal Orangtuanya Bersamaan', Dinas Sosial Kota Balikpapan siap memfasilitasi jaminan kesehatan hingga penyediaan panti bagi enam bocah yatim piatu tersebut.
Kepala Dinas Sosial Balikpapan Purnomo mengatakan, sudah mendatangi rumah nenek Waode Rusdiana (53) dan kakek Mustofa (53) yang menampung enam anak yatim piatu di RT 20 Kelurahan Sepinggan Raya, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (26/2/2020).
"Kita sudah tangani. Teman-teman kita dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di lapangan juga sudah bergerak," kata Purnomo saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/2/2020).
Purnomo menuturkan sudah mengidentifikasi setelah kunjungan ke rumah nenek para bocah yatim piatu.
Dari enam anak, ada empat yang belum memiliki akte kelahiran dan belum terdaftar dalam kartu keluarga orangtua.
Sementara dua anak lainnya sudah masuk kartu keluarga orangtua.
Kemudian, ada empat anak belum memiliki BPJS karena belum terdaftar nomor induk kependudukan (NIK).
Sedangkan dua anak sudah memiliki BPJS.
"Bagi yang belum kita segera uruskan BPJS PBI," kata Purnomo.
Selain itu, Dinas Sosial juga menyiapkan panti asuhan anak bagi enam anak yatim piatu ini, tapi belum diperbolehkan oleh neneknya.
"Mereka masih enggak mau cucunya masuk panti," jelas Pramono.
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul EFEK VIRAL Suami Meninggal Saat Jasad Istri Dimandikan, Nasib Miris 6 Anak Mereka Dimanfaatkan,
Editor: Adrianus Adhi
Home » Unlabelled » EFEK VIRAL Suami Meninggal Saat Jasad Istri Dimandikan, Nasib Miris 6 Anak Mereka Dimanfaatkan
Minggu, 01 Maret 2020
EFEK VIRAL Suami Meninggal Saat Jasad Istri Dimandikan, Nasib Miris 6 Anak Mereka Dimanfaatkan
Tags :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar